Perhimpunan INTI Bersama Bukalapak Dan Sepatu Bara-Bara Adakan Pelatihan Wirausaha Generasi Milenial

Perhimpunan INTI Bersama Bukalapak Dan Sepatu Bara-Bara Adakan Pelatihan Wirausaha Generasi Milenial

Pengurus Pusat Perhimpunan INTI melalui Bidang UKM & Koperasi bersama Bukalapak dan Sepatu Bara-Bara mengadakan pelatihan wirausaha untuk generasi muda pada Sabtu (23/3) pagi di Sekretariat INTI, Kemayoran, Jakarta.

Acara yang mengangkat tema “Membangun Jiwa Wirausaha Generasi Millenial” ini dihadiri oleh Ketua Umum INTI Teddy Sugianto, Wakil Ketua Umum Budi S. Tanuwibowo, Wakil Sekjen Candra INTI dan puluhan generasi milenial yang berasal dari alumni dan siswa-siswi asuh Program Beasiswa Pelangi INTI serta masyarakat umum.

Perwakilan Bidang UKM dan Koperasi INTI Pusat, Yohanes Andrian dalam kata sambutannya menyampaikan pentingnya membekali generasi penerus bangsa dengan berbagai ilmu kemampuan dalam menghadapi era persaingan global.

“Terima kasih Bukalapak dan Bara-Bara. Semoga kita bisa terus bekerjasama mengadakan acara pelatihan seperti ini di kota lainnya, yang terdekat Tangerang dan Bogor,” kata Yohanes.

Sementara Ivander Wijaya perwakilan dari Bukalapak menyatakan sejak pertama didirikan para founder dengan modal Rp 80 ribu (untuk membeli domain) hingga menjadi unicorn, visi Bukalapak tetap sama, ingin membuat UMKM naik kelas.

“Melalui kegiatan ini kami sangat berharap generasi milenial dapat lebih baik dalam menumbuhkan dan menyalurkan jiwa wirausaha mereka. Karena dengan platform e-commerce, potensinya sangat besar dan dapat digarap dengan modal sangat minim,” ungkapnya

Pada kesempatan itu juga, Candra Jap selaku Wakil Sekjen INTI menyampaikan dirinya mengapresiasi sekali diadakannya acara pelatihan ini. “Bagus sekali, pelatihan ini merespons kebutuhan anak muda sekaligus menjawab kerisauan orang tua. Telpon genggam bukan hanya dipakai untuk media sosial dan main game tapi bisa menghasilkan uang juga,” kata Candra yang juga Sekretaris Program Beasiswa Pelangi INTI.

Acara diisi dengan sesi bimbingan dan motivasi dari Terra Samidda Liu alumni Beasiswa Pelangi INTI tahun 2011. Terra menyampaikan agar jangan gampang menyerah dan putus asa dalam berbisnis.

Sedangkan Surya Dharma Xie selaku perwakilan dari Sepatu Bara-Bara membagikan kisah suksesnya dalam berjualan online dan memberikan tips bagaimana menampilkan produk sehingga bisa membuat orang tertarik untuk membeli.

Perhimpunan INTI Adakan Sosialisasi Pemilu Serentak 2019

Perhimpunan INTI Adakan Sosialisasi Pemilu Serentak 2019

Dalam rangka ikut berperan aktif mensukseskan Pemilu Serentak 2019, Perhimpunan INTI mengadakan acara Sosialisasi Pemilu Serentak 2019 pada Sabtu (16/3) pagi di Sekretariat INTI Pusat, Kemayoran, Jakarta.

Ketua Umum INTI Teddy Sugianto dalam sambutannya menyampaikan sudah kewajiban INTI sebagai organisasi berjiwa Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, ikut berperan aktif mensukseskan Pemilu Serentak 2019 agar dapat berlangsung damai, jujur dan adil.

“Sikap INTI tegas dan jelas dalam setiap Pemilu, memberi kebebasan kepada pengurus serta anggota untuk memilih sesuai keinginan dan hati nurani. Pilihan boleh berbeda tapi kita tetap bersaudara. Jaga terus persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Teddy juga mengajak untuk saling beradu ide gagasan yang membangun, stop penyebaran hoaks, berita bohong dan ujaran kebencian. Jangan golput, gunakan hak pilih kita untuk menentukan kemajuan Indonesia 5 tahun ke depan.

Acara sosialisasi diawali dengan pemaparan dari Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos yang secara khusus datang untuk menjelaskan mengenai tata cara dan ketentuan-ketentuan baru dalam Pemilu Serentak 2019.

Betty juga berharap para pengurus dan anggota INTI dapat ikut berperan aktif mengajak anggota keluarga, teman, dan kerabat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Terima kasih kepada INTI yang telah mengadakan acara sosialisasi ini. Mari bersama kita sukseskan Pemilu Serentak 2019,” katanya sebelum meninggalkan acara lebih cepat karena ada rapat di KPU.

Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori oleh Candra Jap dan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Ketua PINTI Pusat Dr. Lily Tan dan Wakil Sekjen INTI Fernando Yohanes.

Pada kesempatan itu, Lily berbicara mengenai pentingnya ada keterwakilan suara perempuan di parlemen. Sementara Fernando berbicara mengenai pentingnya partisipasi pemuda dan pemilih pemula millenial dalam Pemilu Serentak 2019 sebagai generasi penerus bangsa.

 

Ketua Umum INTI Teddy Sugianto Lantik Pengurus Daerah Sulawesi Tengah

Ketua Umum INTI Teddy Sugianto Lantik Pengurus Daerah Sulawesi Tengah

Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto melantik Pengurus Daerah INTI provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2019-2023 yang diketuai oleh Rudy Widjaya pada Minggu (3/3) malam di d’Kalora Cafe and Restaurant, Palu. Pada malam itu juga secara serentak dilakukan pelantikan pengurus sayap organisasi PINTI dan GEMA INTI Sulawesi Tengah.

Acara pelantikan yang berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya tersebut juga dihadiri Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng Mohamad Hidayat Lamakarate, Ketua MUI kota Palu Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M. Ag, Kapolres Palu AKBP Mujianto, Kapolres Donggala AKBP Stanislaus Ferdinand Suwarji, Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf. Agus Sasmita dan Wakil Bupati Sigi Paulina, S.E., M.Si.

Sementara Ketua Umum INTI Teddy Sugianto datang ke Palu dengan didampingi Ketua Harian dr. Indra Wahidin, Wakil Ketua Umum Budi S. Tanuwibowo, Sekjen Ulung Rusman, Wakil Sekjen Candra Jap, Devia Mayasari dan Eggie Willianto Suwanto. Hadir pula Sekretaris PINTI Pusat Sartiny Ie didampingi Niki Marinda, dan Ketua Gema INTI Pusat Krista Wijaya.

Sedangkan dari pengurus daerah lain hadir Wakil Ketua INTI Jawa Timur William Rahardja dan Wong Santo Huang ketua terpilih PD INTI Lampung. William hadir secara khusus untuk menyerahkan bantuan senilai Rp 50 juta yang dikumpulkan INTI Jawa Timur untuk korban bencana di Sulawesi Tengah.

Ketua INTI Sulawesi Tengah Rudy Widjaya dalam pidato pertamanya setelah dilantik mengatakan INTI Sulteng lahir karena bencana 28 September 2018. Pasca bencana, INTI pusat langsung mengirim bantuan 9 ton logistik dan diangkut dengan Hercules yang pertama tiba di Palu. Beberapa hari kemudian bantuan logistik 6 ton kembali tiba di Palu. “INTI Sulteng sudah dilantik. INTI dilantik di tengah kesulitan tapi semoga INTI bisa membawa keluar dari kesulitan untuk kebangkitan Sulteng,” kata Rudy Wijaya.

Ketua Harian INTI dr. Indra Wahidin dalam sambutan mewakili Ketua Umum menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya Pengurus Pusat kepada Ketua INTI Sulteng Rudy Widjaya beserta jajaran yang dinilai memiliki energi luar biasa dalam gerakan kemanusiaan membantu korban bencana alam di Palu, Sigi, dan Donggala. “Setelah melihat kerja keras dan semangat pengurus INTI Sulteng selama ini, maka INTI Pusat memberikan bantuan Rp 500 juta,” kata Indra

Sementara Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah H. Hidayat Lamakarate mewakili Gubernur Longki Djanggola mengapresiasi pendirian dan pelantikan INTI di Sulawesi Tengah. “Saya harap saudara selalu bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas dalam memelihara sinergi dengan pemerintah daerah sesuai spirit dari perhimpunan Inti yang tetap berorientasi pada paham kebangsaan Indonesia dan berperan aktif dalam dinamika pembangunan bangsa,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, INTI memfasilitasi pemberian beasiswa bagi anak-anak Sulteng yang ingin melanjutkan pendidikan S2 ke Tiongkok. Ada dua anak yang akan diberangkatkan atas kerjasama INTI dengan ICMI yaitu Randy Thamrin jurusan Komputer Sains dan Fira Tiyasning jurusan Community Leadership.

Sebelumnya pada pagi hari, INTI Sulteng mengadakan senam jantung sehat, aerobik dan donor darah di lapangan Vatulemo, Palu. Sedangkan siang harinya bersama rombongan Pengurus Pusat INTI mengadakan pembagian sembako di komplek pengungsian korban bencana alam di Banua Petobo, Palu.

 

Perhimpunan INTI Bersama NU Peduli Dan Marga Huang Serta Teo Chew Indonesia Bagikan Tas Sekolah Untuk Anak-anak Korban Tsunami Selat Sunda Di Tanjung Lesung Banten

Perhimpunan INTI Bersama NU Peduli Dan Marga Huang Serta Teo Chew Indonesia Bagikan Tas Sekolah Untuk Anak-anak Korban Tsunami Selat Sunda Di Tanjung Lesung Banten

Perhimpunan INTI kembali mengadakan bakti sosial untuk korban tsunami Selat Sunda pada Selasa (15/1) siang namun kali ini yang menjadi prioritas adalah anak-anak sekolah yang korban tsunami Selat Sunda di Banten. Bantuan yang dibawa pun berupa tas sekolah, buku, alat tulis dan mainan anak.

Ketua Umum INTI Teddy Sugianto memimpin langsung rombongan INTI Pusat, INTI Banten, Marga Huang dan Teo Chew Indonesia. Adapun rombongan INTI terdiri dari Ketua Bidang CSR Sosial INTI Anna Hartawan beserta tim bidang sosial dr. Metta Agustina, Jimmy Hartono dan Neky Wijaya.

Ditambah Wakil Ketua Bidang Pendidikan Candra Jap, Darmawan Oetama, Kurniawan Oetama, Eggie Wilianto Sumanto, dan Ng Andre dari INTI DKI Jakarta serta Ketua INTI Banten Rudi Gunawijaya dan Sekretaris Elvan W. Wiguna. Sementara dari Marga Huang diwakili oleh Sopyan Wijaya, John Dharmansyah.

Sebelum menuju posko bencana, rombongan berkunjung ke kantor Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Serang untuk berkoordinasi dan melaporkan mengenai kegiatan baksos INTI.

Wagub Andika mengapresiasi kedatangan rombongan INTI dan mengarahkan agar tim Tanggap Bencana INTI untuk bekerjasama dengan Posko Utama NU Peduli Tsunami Banten yang memang relawannya masih aktif tersebar di 15 titik lokasi bencana.

Sementara Ketua Umum INTI Teddy Sugianto pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua MUI Banten KH. A.M. Romli itu menyampaikan INTI bisa memfasilitasi bantuan beasiswa S1 dan S2 ke Tiongkok kepada anak-anak korban tsunami Selat Sunda.

“Tahun ini INTI kembali mendapat kepercayaan dari Kedubes untuk menyalurkan beasiswa kuliah ke Tiongkok untuk anak-anak Indonesia dan kali ini diprioritaskan untuk korban bencana di Lombok, Palu, Banten dan Lampung,” ungkap Teddy.

Selesai dari kantor Wagub dan makan siang, rombongan langsung menuju Posko Utama NU Peduli Tsunami Banten di Majasari Pandeglang dan diterima oleh Wakil Koordinator Posko Lukman Hakim. Tim Tanggap Bencana INTI diarahkan untuk turun ke posko bencana di Tanjung Lesung yang terdapat banyak anak-anak sekolah.

Candra Jap selaku koordinator Tim Tanggap Bencana INTI menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan dari NU Peduli untuk bersama-sama turun ke lokasi bencana di Tanjung Lesung.

“Terima kasih dan senang sekali INTI bisa bersinergi bersama NU membantu korban tsunami Banten. Semoga apa yang kita lakukan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita,” kata Candra.

Perjalanan dari Majasari menuju posko di Tanjung Lesung memakan waktu hampir 2 jam. Kegiatan baksos dipusatkan di SDN Mekar Jaya 3, kampung Cikujang, desa Tanjungjaya, kecamatan Panimbang, Pandeglang.

Acara diisi dengan pembagian tas sekolah dan nyanyi bersama lagu-lagu perjuangan dipimpin oleh Ketua Bidang Sosial Anna Hartawan. “Anak-anaknya sopan dan pintar nyanyi semua, senang sekali INTI bisa datang ke sini membantu mereka supaya bisa sekolah lagi,” kata Anna.

 

Perhimpunan INTI Siapkan Tas Dan Perlengkapan Sekolah Untuk Anak-anak Korban Tsunami Selat Sunda Di Banten dan Lampung

Perhimpunan INTI Siapkan Tas Dan Perlengkapan Sekolah Untuk Anak-anak Korban Tsunami Selat Sunda Di Banten dan Lampung

Perhimpunan INTI kembali akan mengadakan bakti sosial untuk korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung. Namun kali ini bantuan yang akan dibawa berupa tas sekolah, buku, alat tulis dan mainan anak.

Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pertemuan Tim Tanggap Bencana INTI dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, S.Sos., M.AP. pada Rabu (9/1) lalu di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Serang.

Andika menyarankan agar bantuan berikutnya yang diberikan baiknya perlengkapan sekolah dan mainan untuk anak-anak yang menjadi korban tsunami sebagai upaya trauma healing atau pemulihan mental pasca bencana.

Koordinator Tim Tanggap Bencana INTI untuk tsunami Selat Sunda Candra Jap yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan sebelumnya di Lombok dan Palu, INTI juga memberikan bantuan pasca bencana berupa tas sekolah dan mainan anak.

“Dari awal ide pemberian tas sekolah untuk anak-anak korban bencana ini digagas langsung oleh Ketua Umum INTI pak Teddy Sugianto yang memang memiliki kepedulian tinggi untuk pendidikan,” ungkap Candra.

Sementara Ketua Bidang Sosial dan CSR Perhimpunan INTI Anna Hartawan saat rapat Tim Tanggap Bencana INTI pada Sabtu (12/1) malam di kediamannya di kawasan Bogor mendukung rencana pemberian tas sekolah dan trauma healing tersebut.

“Rencananya Selasa 15 Januari kita akan ke Banten lagi membawa tas sekolah serta beberapa relawan untuk mengajak anak-anak di posko pengungsian bernyanyi dan bermain bersama,” katanya.

“Sedangkan untuk baksos ke Lampung, sementara dijadwalkan pada 22 Januari menunggu konfirmasi dari Ketua Umum INTI yang juga ingin ikut menghibur anak-anak di posko pengungsian,” tambah Anna.

Adapun Ketua INTI Banten Rudi Gunawijaya dan Sekretaris Elvan W. Wiguna menyatakan siap mengerahkan waktu dan tenaga untuk membantu proses pemulihan pasca bencana. “Sebagai warga Banten, kami tentunya ingin situasi yang tidak enak ini cepat berakhir dan pulih kembali seperti sedia kala,” kata Rudi.